JAYAPURA | KAMASAN NEWS – Ir. Musa Yosep Sombuk, M.Si., MAAPD., menyampaikan apresiasi tinggi atas terbitnya Surat Keputusan (SK) terkait agenda legislasi Papua. Langkah ini dinilai sebagai capaian strategis dan momentum penting pasca-berhasil melampaui target jangka panjang periode lima tahunan.
Namun, di balik terbitnya SK tersebut, Musa menyarankan bahwa perjuangan sesungguhnya belum berakhir. Proses selanjutnya masih memerlukan kerja keras dan perjuangan ekstra untuk memastikan agenda strategis Papua tidak hanya tercatat, tetapi benar-benar dikukuhkan masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2027.
“Masuknya inisiatif legislasi ke dalam Prolegnas Prioritas 2027 nanti bukan sekadar formalitas administratif. Itu adalah prasyarat fundamental untuk menjamin kepastian hukum, legitimasi politik, serta alokasi anggaran yang berkeadilan bagi wilayah Papua,” ujar Musa dalam komunikasi resminya, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, pergeseran dari tahap konsolidasi internal kini harus difokuskan pada advokasi kebijakan di tataran makro (pusat). Untuk memenangkan advokasi tersebut, Musa menginstruksikan perlunya mobilisasi yang berkelanjutan dan terarah.
Melalui saluran komunikasi internal, ia memberikan pesan tegas kepada seluruh elemen: “Ayo bergerak terus lewat pemutakhiran data (*updating data*) dan konsolidasi komponen strategis Papua yang solid.”
Dalam kacamata ketatanegaraan dan penyusunan kebijakan publik, pemutakhiran data adalah variabel kunci. Data yang akurat dan terkini berfungsi sebagai landasan empiris yang tak terbantahkan saat berhadapan dengan pembuat kebijakan di pusat. Tanpa data yang kuat, urgensi pembentukan norma hukum bagi Papua akan sulit diperjuangkan.
Oleh karena itu, sinergisitas antara akurasi data dan soliditas konsolidasi antar-komponen strategis di Papua menjadi harga mati. Hal ini bertujuan untuk memperkuat posisi tawar (*bargaining position*) Papua, sehingga aspirasi percepatan pembangunan wilayah dapat terlegitimasi secara yuridis melalui mekanisme Prolegnas Prioritas 2027 yang inklusif.
(Penulis : Chris/Anis)







