BIAK | KAMASAN NEWS – Ungkapan duka cita dan penghormatan mendalam disampaikan Ir. Musa Yosep Sombuk, M.Si., MAAPD, Anggota Komisi V DPR Papua (DPRP), atas berpulangnya salah satu tokoh dan pemimpin masyarakat Papua yang telah memberikan kontribusi serta pengabdian bagi tanah Papua.

Dalam ungkapan belasungkawanya, Musa Yosep Sombuk menyampaikan pesan penuh makna bertajuk “Selamat Jalan Sang Pemimpin Negeri Papua.” Pesan tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan penghargaan atas seluruh karya, perjuangan, dan pengabdian almarhum selama menjalani perjalanan hidupnya.

Menurut Musa Sombuk, kepergian seorang pemimpin bukan sekadar kehilangan bagi keluarga dan orang-orang terdekat, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi masyarakat yang pernah merasakan, menyaksikan, dan mengikuti jejak perjuangannya.

Ia menegaskan bahwa setiap karya dan bakti yang telah ditorehkan almarhum tidak akan hilang begitu saja ditelan waktu. Sebaliknya, seluruh pengabdian tersebut akan terus dikenang dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah perjuangan masyarakat Papua.

“Semua karya dan baktimu akan menjadi bunga yang tumbuh di hati kami serta tak terpadamkan, ibarat api yang akan selalu memanaskan derap perjuangan menjaga manusia Papua dan sumber daya alam yang Tuhan titipkan di atas negeri leluhur,” demikian pesan penghormatan yang disampaikan Musa Sombuk.

Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa nilai perjuangan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari jabatan maupun kedudukan yang pernah diemban, tetapi juga dari ketulusan pengabdian, keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta warisan pemikiran dan tindakan yang ditinggalkan bagi generasi penerus.

Bagi masyarakat Papua, sosok pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan manusia Papua, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta kelestarian sumber daya alam merupakan bagian penting dalam menjaga martabat dan masa depan tanah leluhur.

Musa Sombuk juga memberikan penekanan bahwa perjuangan menjaga manusia Papua dan sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dilanjutkan. Apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk tetap berdiri teguh, menjaga persatuan, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua.

Kepergian almarhum memang meninggalkan kesedihan mendalam. Namun, kenangan tentang pengabdian dan perjuangannya diharapkan tetap hidup dalam hati setiap orang yang pernah mengenal dan menghargai perjalanan hidupnya.

Dalam pesan penutupnya, Musa Sombuk menyampaikan penghormatan terakhir dengan penuh ketulusan.

“Selamat jalan, Sang Pemimpin. Tuhan menjemputmu di Firdaus yang kekal.”

Pesan tersebut sekaligus menjadi ungkapan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi masa-masa sulit akibat kehilangan orang terkasih.

SELAMAT JALAN SANG PEMIMPIN NEGERI PAPUA.

Jasamu akan tetap dikenang, karyamu akan terus hidup, dan semangat perjuanganmu akan menjadi inspirasi bagi generasi penerus Papua.

Karya boleh berakhir, perjalanan hidup boleh terhenti, tetapi nilai pengabdian dan perjuangan tidak akan pernah mati.

(Demas M Warpur)