BIAK | KAMASAN NEWS – Gaung nyanyian etnik yang mengalun merdu, penuh magis, dan menyayat hati dari bibir para pemuda-pemudi Biak sukses memukau dewan juri serta menggetarkan jiwa ribuan penonton. Gelaran akbar Festival Budaya Biak Melanesia 2026 kembali menjadi saksi bisu lahirnya mahakarya vokal, di mana SMA YPPK Yos Sudarso Biak sukses merebut takhta tertinggi sebagai Juara 1 Lomba Paduan Suara Etnik.
Prestasi emas yang mengharumkan nama dunia pendidikan di Kabupaten Biak Numfor ini dikonfirmasi langsung oleh Ana, guru pendamping dari SMA YPPK Yos Sudarso. Saat ditemui di sela-sara hiruk-pikuk festival pada Senin (20/10/2026), raut wajah Ana masih menyisakan senyum lebar dan binar mata yang tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Bagi Ana dan para siswa, panggung yang dihelat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor sejak 17 hingga 21 Oktober 2026 ini bukan sekadar arena kompetisi, melainkan panggung pembuktian cinta pada tanah leluhur.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Dari sekian banyak paduan suara tingkat SMA yang tampil dengan kemampuan luar biasa, dewan juri akhirnya menetapkan SMA YPPK Yos Sudarso sebagai juara satu,” ujar Ana dengan nada yang masih bergetar menahan bangga.
Di balik gemerlap piala juara satu, tersimpan keringat dan dedikasi tanpa batas. Ana membeberkan bahwa kemenangan ini bukanlah sebuah kebetulan semata. Para siswa tidak sekadar menyanyikan notasi lagu, melainkan merasuk ke dalam jiwa setiap lirik etnik Biak. Mereka mengolah vokal dengan presisi, sekaligus mendalami makna filosofis yang tersembunyi di balik setiap bait lagu warisan leluhur.
“Hasil ini sangat menggembirakan. Kami berharap ini menjadi pemacu semangat mereka ke depannya untuk terus menjaga kekompakan dan semakin mendalam dalam mengolah vokal,” tambahnya, sembari menatap anak-anak didiknya yang sedang merayakan kemenangan.
Lebih jauh, Ana menyoroti bahwa Festival Budaya Biak Melanesia telah bertransformasi menjadi “kelas budaya raksasa” yang hidup. Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan ini menjadi oase dan medium paling efektif bagi generasi muda untuk merengkuh, memahami, dan jatuh cinta pada adat istiadat, budaya, serta bahasa Biak yang tak ternilai harganya.
Menyadari pentingnya pelestarian ini, pihak sekolah menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam mendukung visi kebudayaan daerah.
“SMA YPPK Yos Sudarso senantiasa mendukung penuh setiap inisiatif positif yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam melestarikan identitas budaya daerah,” tutup Ana dengan tegas dan penuh keyakinan.
Pada akhirnya, raihan prestasi dari anak-anak SMA YPPK Yos Sudarso ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa generasi muda Papua masa kini adalah generasi yang utuh. Mereka tidak hanya dicetak untuk cerdas secara intelektual dan siap menghadapi dunia, tetapi juga berakar sangat kuat pada tanah dan budaya leluhurnya.
Festival Budaya Biak Melanesia 2026 pun ditutup dengan catatan emas, sekaligus menjadi harapan besar bahwa akan terus lahir talenta-talenta muda yang siap menjadi penjaga api kebudayaan Papua agar tetap menyala hingga anak cucu kelak.
–
Penulis: Olyn/ tonny







