KAMASANNEWS.COM | BIAK NUMFOR – Implementasi strategis ketahanan pangan lokal kembali menunjukkan progres signifikan di Kabupaten Biak Numfor. Kelompok Ketahanan Pangan Fanjur Fakwak di Kampung Nermnu, Distrik Biak Utara, berhasil melaksanakan panen perdana ayam broiler pedaging pada Senin (21/9/2026). Momentum ini menandai akselerasi transformasi potensi peternakan berbasis komunitas sebagai pilar penyangga perekonomian masyarakat.

Panen yang menghasilkan 250 ekor ayam broiler ini dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor, Joy Peggy Kafiar. Kehadiran legislator tersebut memberikan legitimasi dan afirmasi kuat terhadap pengembangan model usaha peternakan terstruktur di tingkat akar rumput, yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan ekonomi.

Sebagai bentuk intervensi dukungan konkret, Joy Peggy Kafiar melakukan akuisisi 100 ekor ayam dari hasil panen kelompok. Komoditas tersebut selanjutnya didistribusikan secara inklusif kepada masyarakat, 12 Kepala Kampung di Distrik Biak Utara, perwakilan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta dewan guru SMP Nermnu. Langkah ini berfungsi sebagai stimulus sosial sekaligus apresiasi sistematis terhadap produktivitas warga.

Dalam analisisnya terhadap dinamika pembangunan lokal, Joy Peggy Kafiar menegaskan bahwa pengembangan peternakan ayam broiler merupakan paradigma positif yang memerlukan keberlanjutan.

“Keberhasilan ini tidak sekadar menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga membuka akses ekonomi kerakyatan yang inklusif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kapabilitas lokal dapat ditransformasi menjadi sumber ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat apabila dikelola melalui prinsip kolaboratif, profesional, dan berkelanjutan.

Inisiatif ini secara substansial selaras dengan visi makro pembangunan Kabupaten Biak Numfor, yakni *”Terwujudnya Kabupaten Biak Numfor yang Mandiri, Sejahtera, dan Berdaya Saing Inklusif Berbasis Potensi Lokal”*. Hal ini merefleksikan komitmen daerah dalam mendorong kedaulatan pangan melalui pemberdayaan sektor riil secara terukur dan terintegrasi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kampung Nermnu, Yusuf Arwimbar, S.AN., bersama Ketua Kelompok Ketahanan Pangan Fanjur Fakwak, Yowel Rumawak, menyampaikan optimisme bahwa momentum ini menjadi fondasi awal bagi skalabilitas usaha peternakan. Mereka menekankan bahwa pengembangan kelompok ketahanan pangan harus bertransisi dari aktivitas insidental menjadi sistem produksi berkelanjutan, guna memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi ekosistem keluarga dan kampung.

Dengan demikian, pemanfaatan potensi lokal melalui sektor peternakan di Distrik Biak Utara ini mendemonstrasikan bagaimana integrasi antara dukungan legislatif, inisiatif komunitas, dan visi pembangunan daerah dapat bersinergi memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat secara komprehensif.