BIAK | KAMASAN NEWS – Dalam rangka menyongsong peringatan HUT ke-70 Gereja Kristen Indonesia (GKI) Tanah Papua, Klasis Aimando-Padaido secara resmi mendeklarasikan kesiapan struktural, partisipatif, maupun logistiknya. Deklarasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Klasis Aimando-Padaido, Pdt. Jhon Baransano, S.Th.,M.Mis., pada Senin (12/10/2026). Melalui serangkaian agenda kompetisi lokal dan konsolidasi umat, klasis ini menegaskan komitmennya terhadap persatuan gereja serta dukungan penuh menuju Temu Raya Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI Se-Tanah Papua yang akan diselenggarakan di Klasis Sentani selaku tuan rumah.

Pdt. Baransano memaparkan bahwa rangkaian kegiatan yang digelar di wilayahnya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial belaka, melainkan berfungsi sebagai instrumen penguatan solidaritas dan kohesi sosial antar jemaat. Agenda dibuka dengan ibadah gabungan PKB, yang dilanjutkan dengan berbagai kompetisi, seperti Lomba Balap Perahu Johnson di kawasan Aimando-Padaido, Lomba Paduan Suara, Lomba *Cerdas Cermat Alkitab* (CCA), serta kompetisi memancing (*Mancing Mania*).

“Semua yang kita lakukan dilandasi oleh kecintaan teologis dan historis bagi GKI Tanah Papua. Supaya hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan, GKI harus tetap satu sampai Tuhan Yesus datang. Tidak boleh ada perpecahan di antara GKI,” tegas Baransano dalam keterangan resminya.

Pernyataan tersebut merefleksikan kesadaran eklesial yang mendalam bahwa peringatan ulang tahun gereja harus bermuara pada penguatan integritas tubuh Kristus, bukan pada fragmentasi atau perpecahan.

Manifestasi Dukungan dan Kesiapan Menuju Sentani

Sebagai bentuk dukungan terhadap Klasis Sentani yang berkedudukan sebagai tuan rumah Temu Raya PKB GKI Se-Tanah Papua, Klasis Aimando-Padaido melakukan konsolidasi umat secara terstruktur. Pdt. Baransano mengonfirmasi bahwa klasisnya telah mempersiapkan kontingen jemaat yang solid untuk meramaikan dan menyemarakkan agenda akbar tersebut.

Agenda puncak ini akan berlangsung secara maraton mulai tanggal 17 hingga 22 November 2026 di wilayah Klasis Sentani. Untuk memastikan kehadiran dan kelancaran kontingen, Aimando-Padaido telah menyiapkan skema dukungan finansial dan logistik dari tingkat jemaat sebagai wujud partisipasi kolektif.

“Persiapan-persiapan sudah dilakukan, dan ini terlihat antusiasme dari semua lapisan untuk hadir. Kami akan menyetor kontribusi sebesar Rp50.000 per kepala PKB yang akan hadir di Klasis Sentani,” imbuh Baransano.

Tingginya mobilitas dan partisipasi umat ini mengindikasikan bahwa Temu Raya PKB bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan sebuah momentum konsolidasi spiritual dan sosial yang dijunjung tinggi oleh seluruh klasis di Tanah Papua.

Sinergitas Struktural dan Pesan Persatuan

Dalam tinjauan struktural, kesiapan Klasis Aimando-Padaido dikawal langsung oleh jajaran pimpinan klasis dan majelis jemaat. Turut hadir dalam konsolidasi tersebut Ibu Sekretaris Klasis, Wakil Sekretaris, Bendahara, serta Ketua Majelis Jemaat Maranatha Bromsi, Pdt. Yulius Rumbarar., S.Th Sinergitas struktural ini menjadi indikator kuat bahwa persiapan menuju “medan laga” HUT GKI Tanah Papua telah dirancang secara sistematis dan matang.

Menutup keterangannya, Pdt. Baransano menyampaikan pesan optimisme dan kesiapan tempur dari Kepulauan Aimando-Padaido. “Nantikan kami, Klasis Aimando-Padaido akan hadir. Kami sudah siap dan sangat siap. Menantikan kami di Klasis Sentani,” pungkasnya.

Pernyataan ini diakhiri dengan pekikan semangat “ Jouw Suba “! yang berulang kali diserukan, menjadi simbol identitas, kekuatan moral, dan persatuan masyarakat adat serta jemaat di wilayah Aimando-Padaido dalam menyongsong era baru GKI Tanah Papua.