BIAK |KAMASAN NEWS — Parade Yosim Pancar (Yospan) Jalan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) 2026 resmi dibuka dan dilepas oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Biak Numfor, Adam Umar, S.IP., M.AP., Selasa (20/10/2026).

Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan iringan musik tifa dan gerakan tarian Yospan yang dibawakan para peserta. Parade ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Melanesia di Tanah Papua.

Adam Umar hadir mewakili Bupati Biak Numfor. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nur Hidawati, yang turut mengambil bagian dalam prosesi pelepasan peserta parade.

Dalam sambutannya, Adam Umar menyampaikan bahwa Festival Budaya Biak Melanesia merupakan agenda tahunan yang memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya leluhur kepada generasi muda.

“FBBM adalah agenda strategis yang kita laksanakan setiap tahun sebagai wujud cinta kami pada warisan leluhur. Festival telah kita buka sejak 17 Oktober, dan hari ini kita lanjutkan dengan Parade Yospan Jalan. Ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pernyataan bahwa budaya kita masih hidup, masih bernapas, dan akan terus kita wariskan kepada anak cucu,” ujar Adam Umar.

Ia berharap pelaksanaan festival tersebut dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah, sekaligus memperkuat identitas budaya Papua di tengah perkembangan zaman.

Mewakili Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor, Adam Umar juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Selanjutnya, ia mempersilakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak untuk memberikan aba-aba pelepasan peserta pertama sebagai tanda dimulainya Parade Yospan Jalan.

Diikuti 21 Regu Penari

Antusiasme masyarakat dalam menyambut Parade Yospan Jalan FBBM 2026 terlihat dari partisipasi 21 regu penari yang berasal dari berbagai distrik di Kabupaten Biak Numfor.

Selain peserta dari Biak Numfor, parade tersebut juga diikuti perwakilan dari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Manokwari. Keterlibatan peserta lintas daerah ini menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan persaudaraan antarmasyarakat Papua.

Parade Yospan Jalan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan tarian tradisional yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Papua.

Yosim Pancar atau Yospan dikenal sebagai tarian pergaulan khas Papua yang berkembang dari perpaduan unsur gerak dan tradisi tari masyarakat Papua. Dengan iringan musik dan gerakan yang dinamis, Yospan mencerminkan kegembiraan, kebersamaan, dan semangat persaudaraan.

FBBM sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Penyelenggaraan Festival Budaya Biak Melanesia 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Papua kepada masyarakat luas. Melalui berbagai kegiatan, festival ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur sekaligus memperkuat keberadaan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Parade Yospan Jalan menjadi salah satu momentum untuk menegaskan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dijaga dan diwariskan secara berkelanjutan.

Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah juga memperlihatkan bahwa budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa dibatasi perbedaan wilayah.

Melalui FBBM 2026, semangat pelestarian budaya, kebersamaan, dan persaudaraan diharapkan terus tumbuh, sehingga generasi muda Papua dapat mengenal akar budayanya sekaligus meneruskannya kepada generasi mendatang.

(Penulis : Olin)